Innalillahi…, Jokowi jadi Calo Perusahaan Listrik Asing
20 Dec 2014
in Berita Dalam Negeri
Leave a comment

Karena
beralasan selama ini distribusi listrik dimonopoli PLN sehingga harus
dirombak, Presiden Jokowi dinilai Konfederasi Serikat Pekerja BUMN
Strategis Ahmad Daryoko sebagai calo (
brocker) bagi perusahaan listrik asing.
“Presiden Jokowi hanya berposisi sebagai brocker bagi
General Electric, HBB, Siemens, Alstom, Hyundai, China Electric dll,
bukan penerus cita-cita founding fathers dengan Visi Trisakti dan
Nawacita, padahal “jualan” saat kampanye adalah itu jargonnya,” ungkap
Daryoko dalam status di jejaring sosial Facebook-nya, tadi malam.
Seperti diberitakan The Wall Street Journal, 8 Desember
lalu, Presiden Joko Widodo akan segera merombak Perusahaan Listrik
Negara (PLN) yang selama ini menikmati monopoli distribusi listrik di
Indonesia. “Bulan ini, PLN,” katanya.
Oleh karena itu, menurut Daryoko, Jokowi perlu berkaca ke belakang
tentang keberadaan PLN yang berfungsi utama sebagai kewajiban pelayanan
umum (PSO, Public Service Obligation), yang awalnya dibentuk
Bung Karno/Bung Hatta pasca Kemerdekaan. “Sebagai pelaksana
infrastruktur kelistrikan! Bukan untuk bisnis!” tegas Daryoko.